Fenomena Pendidikan karena Corona Menekan

COVID-19

Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik kepada bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, sampai kematian (Holmes,2003). Maka sudah tidak heran, jika dunia termasuk negara Indonesia sedang digegerkan oleh penyakit karena infeksi virus corona ini.

Kondisi terkini wabah virus corona  di Indonesia terus membengkak dengan penambahan lebih dari 100 pasien  yang terkonfirmasi positif. Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-10 di Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2020 mecapai 893 jiwa yang tersebar di 27 provinsi (Idhom,2020). Sedangkan untuk daerah Jawa Barat khususnya yang terkonfirmasi positif  78 jiwa, sembuh 5 jiwa, dan meninggal 11 jiwa (Pikobar,2020)

Selanjutnya masuk ke dalam pembahasan yaitu dampak corona terhadap pelaksanaan pendidikan. Ada apa dengan pelaksanaan pendidikan saat ini?  bagaimana dampak virus corona terhadap pelaksanaan pendidikan di negara Indonesia? Ya, jelas, sangat berpengaruh. Dengan adanya pengendalian virus corona dari pemerintah, bapak Presiden Joko Widodo sendiri telah dua kali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar untuk sementara waktu “belajar, bekerja, dan beribadah di rumah”. Untuk itu,seluruh satuan unit pendidikan, dari mulai jenjang pendidikan TK,SD,SMP,SMA bahkan sampai Perguruan Tinggi sekalipun baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia langsung menindaklanjuti surat edaran yang telah diedarkan oleh pemerintah pusat maupun rektor. Isi surat edaran tersebut adalah upaya pencegahan kemungkinan penularan Coronas Virus Desease (COVID-19) di setiap daerah/kota yang ada di Inonesia, dengan mengimbau agar saudara/I mempedomani langkah-langkah sebagai berikut : 1) meniadakan kegiatan pembelajaran/ perkuliahan tatap muka di kelas untuk dilaksanakan secara daring atau pembelajaran online, mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020 , 2) memberikan imbauan kepada orang tua siswa agar memantau anak –anaknya selama tidak ada pembelajaran di sekolah, untuk tidak berpergian ke titik keramaian.

Dampak dalam pelaksanaan pendidikan, wabah virus corona ini sangat mempengaruhi  proses kegiatan belajar mengajar baik antara guru dengan siswa maupun dosen dengan mahasiswa/mahasisiwinya. Hal ini diantaranya adalah kurang tersampaikannya semua materi yang ada karena dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu  ketidaksiapan dari pihak guru maupun para siswa dalam menghadapi pembelajaran daring karena terbatasnya media seperti handphone, laptop, sinyal internet dan lain sebagainya,selanjutnya dari pihak guru dan peserta didik masih ada saja yang tidak menguasai  dan memahami sistem atau teknis pembelajaran daring itu seperti apa, lalu karena hal teknis seperti jaringan sinyal internet yang tidak lacar saat berlangsungnya  daring.

Dalam jenjang pendidikan Perguruan Tinggi pelaksanaan perkuliahan berlangsung sesuai dengan direncanakan yaitu secara daring. Namun, tetap saja banyak kendala yang terjadi ketika berlangsungnya daring tersebut. Terlebih Perguruan Tinggi yang  kita ketahui merupakan pendidikan yang sudah berada pada jenjang pendidikan yang tinggi dan mahasiswa/mahasiswinya yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan istilah sebagai “Agent of change”atau generasi perubahan maka pelaksanaan daringpun terkadang ada saja beberapa dari pihak dosen itu sendiri memberikan aturan perkuliahan daring berbeda dari dosen-dosen yang lain atau lebih tepatnya mempersulit keberlangsungan daring tersebut.

Berdasarkan pengamatan, terdapat banyak sekali fenomena pendidikan yang telah terjadi pada pelaksanaan perkuliahan dalam Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Salah satu Perguruan Tinggi negeri yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sendiri metode kuliah jarak jauh yang telah atau sedang dijalani memang beberapa dosen menggunakan metode yang berbeda-beda baik itu melalui aplikasi Google Classroom, SPOT-SPADA,  WhatsApp dan lain sebagainya.

Pada setiap metode pembelajaran baik itu secara langsung maupun tidak langsung atau daring (online) pasti ada kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dari perkuliahan daring ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dari kalangan anak muda sampai orang tua yaitu sangat efesien, pembelajaran tidak  melalui tatap muka yang akan mengeluarkan biaya seperti ongkos, tepat waktu di kelas sebelum dosen masuk dan lain sebagainya, lalu bagi para aktivis kampus atau mahasiswa/I perantau yang jarang pulang ke kampung halaman hal ini dapat digunakan sebai ajang melepas rindu dengan keluarga tersayang, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk kelemahan perkuliahan daring tersebut tidak kalah banyak dengan kelebihan, karena sejauh ini mahasiswa/I selalu mengungkapkan apa yang dirasakan melalui akun sosial medianya baik itu via Instagram,WatsApp,Facebook,Twitter dan semacamnya, bahwa ketika perkuliahan daring berlangsung mata terasa pegal otomatis kesehatan mata akan berkurang karena harus terus memantau handphone atau laptop miliknya agar tidak terlewati setiap mata kuliah berlangsung karena rasa khawatir yang berlebihan, setelah itu berdasarkan pengamatan sejauh ini ada saja beberapa dosen pengampu mata kuliah yang kadang mempersulit berlangsungnya perkuliahan tersebut misalnya seperti membuat aturan jika tugas tidak diserahkan karena melewati batas yang telah ditentukan maka tidak akan diterima (tidak menerima alasan apapun), lalu pemakaian jaringan internet yang sangat menguras biaya, dan lain sebagainya.

Dukungan dari operator yang merupakan angin segar untuk meringankan beban belajar mahasiswa/I seperti jaringan internet untuk UPI sendiri sudah ada, namun kebanyakan kartu perdana yang memberi dukungan seperti (Telkomsel,IM3) tersebut tidak banyak digunakan oleh mahasiswa/I karena kebanyakan mereka menggunakan kartu  3 (Bima Tri Indonesia).

 Berdasarkan apa yang telah disampaikan maka dapat disimpulkan bahwa, walaupun keadaan saat ini  tidak terlalu baik dan sangat tidak diinginkan oleh seluruh masyarakat Indonesi karena wabah virus corona yang bisa dikatakan sangat cepat penyebarannya tetapi kita selalu bisa tetap memilih untuk menjalani keadaan ini dengan sikap yang baik, misalnya sebagai masyarakat Indonesia dengan semboyan“Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna persatuan dan kesatuan Bangsa Negara kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, ras, suku bangsa dan kuhusunya dalam hal agama juga kepercayaan,sebaiknya kita selalu memanjatkan doa yang terbaik untuk kebaikan negeri ini dengan cara masing-masing khususnya untuk yang beragama Islam kita dapat mendekatkan diri kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan yaitu Allah SWT dengan lebih banyak mengaji, berdoa, solat sunnah dan lain sebagainya. Dengan  begitu kita juga perlu untuk waspada seperti usaha menjaga kesehatan, kebersihan, dan meningkatkan sistem imun sesuai dengan anjuran ahli kesehatan

Referensi :

Holmes, KV. 2003. SARS-Associated Coronavirus. The new Journal medicine.

Idhom,AM. 2020. Update Corona 26 Maret Indonesia: Data Sebaran 893 Kasus Covid-19. Tirto.id

Provinsi Jawa Barat. 2020.Pusat Informasi & Koordinasi COVID-19.  

Pikobar.jabaprov.go.id

Biografi :

Saya Guztin Mustika,  lahir di Purwakarta,9 Mei 2000. Saat ini sedang menempuh pendidikan pada salah satu perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. LEPPIM UPI PWK

Leave a Reply